Blog ini Ditaja Oleh

Saturday, May 9, 2026

Sajak: Nafas Rakyat Tertahan

Sajak: Nafas Rakyat Tertahan




Di jalan raya,

bunyi enjin bukan lagi irama kebebasan,

harga diesel menjerut,

seperti rantai besi di leher petani dan pemandu lori.


Di dapur kecil,

ibu menimbang beras dengan hati yang gusar,

kos sara hidup menjulang,

anak-anak bertanya mengapa lauk makin berkurang.


Di pasar,

inflasi menari tanpa belas,

harga sayur melambung,

seakan langit menolak tangan rakyat yang mendamba murah.


Rakyat kecil,

berjalan dengan langkah berat,

menyimpan mimpi dalam dompet kosong,

menunggu esok yang entah bila akan cerah.


Namun suara mereka,

tidak pernah padam,

meski ditindih beban,

meski ditelan resah,

mereka tetap berdiri,

kerana harapan itu,

walau sekecil lilin,

tetap menyala dalam gelap

0 comments:

Post a Comment

 

©2009 KaryaMelayu2u | by TNB